Apa Perbedaan Aksen dan Dialek?
Dunia ini memiliki ragam bahasa yang sangat unik, tidak hanya bahasa nasional dari setiap negaara, namun beberapa daerah seperti di Indonesia juga memiliki bahasa yang beragam. Tidak hanya itu, keragaman bahasa ini terdapat gaya bahasa atau pengucapan dari suatu kata. Kita biasa menyebutnya dengan aksen. Namun ada juga istilah lain yang hampir mirip sebenarnya, yaitu dialek. Nah, apa perbedaan dari aksen dan dialek ini? Jika kamu baru tahu jika keduanya berbeda, maka simak artikel berikut.
Table of Contents
ToggleApa Perbedaan Aksen dan Dialek?
Sekilas banyak orang yang mengartikan bahwa keduanya. Namun sebenarnya keduanya berbeda loh. Mari kita bedah definisinya satu per satu.
Pengertian Aksen
Aksen adalah cara pengucapan yang unik dalam suatu bahasa dan menjadi ciri khas suatu wilayah atau daerah tertentu. Aksen mencangkup perbedaan (different in pronoun). Contoh perbedaan aksen yang cukup terkenal adalah aksen bahasa Inggris untuk Amerika dan UK (British).
Atau jika untuk bahasa daerah di Indonesia, kamu bisa membedakan bagaimana bahasa Jawa dari orang Yogyakarta dan orang Banyumas cukup memiliki perbedaan yang kental. Dari perbedaan yang telah disebutkan, kamu sudah bisa membayangkan bukan jika aksen merupakan perbedaan pelafalan yang erat kaitannya dengan daerah tertentu.
Pengertian Dialek
Sedangkan dialek adalah perbedaan yang jelas dalam suatu tata bahasa, kosa kata, atau pengucapan dari beberapa wilayah atau daerah tertentu, (a different of vocabulary, pronoun and grammatical).
Contohnya adalah bahasa Jawa dari Jawa Tengah memiliki perbedaan dialek dengan bahasa Jawa dari Jawa Timur. Tidak terbatas pada perbedaan wilayah, dialek juga dapat berbeda antara entitas atau kelas sosial. Contohnya adalah dialek Gullah yang ada di Amerika Serikat. Dialek unik ini dituturkan oleh kelompok Afrika Amerika di kawasan pantai Georgia dan Carolina Selatan. Penutur dialek Gullah memadukan bahasa Inggris dan bahasa dari Afrika Barat.
Secara umum perbedaan antara aksen dan dialalek adalah, fonetik dan fonologi sedangkan dialek berhubungan dengan banyak bidang seperti morfologi, fonologi, sintaksis, semantik, dll..
Tabel Perbedaan Aksen dan Dialek
Untuk memahami lebih jelas mengenai aksen dan dialek, tabel di bawah ini akan membuatmu lebih mudah daam memahami perbedaannya.
Kriteria | Aksen | Dialek |
Definisi | Variasi dalam pengucapan | Variasi dalam bahasa yang meliputi kosakata, tata bahasa, dan pengucapan. |
Fokus Utama | Intonasi dan pengucapan kata | Kosakata, tata bahasa, dan pengucapan. |
Perbedaan Intonasi | Ada, mempengaruhi pengucapan | Tidak selalu ada, fokus lebih pada kata dan struktur kalimat. |
Cakupan Wilayah | Lebih luas, bisa mencakup wilayah besar atau negara. | Lebih spesifik, sering kali terbatas pada area geografis tertentu. |
Pengaruh Budaya | Lebih sedikit pengaruh budaya | Dapat mencerminkan dan mempengaruhi aspek budaya, termasuk tradisi dan norma sosial. |
Dapat Dipelajari | Bisa dipelajari dan diubah dengan pelatihan atau pengalaman. | Lebih sulit untuk mengubah dialek, karena melibatkan struktur bahasa yang lebih dalam. |
Contoh | Aksen Inggris Amerika vs. Aksen Inggris Britania | Dialek Bahasa Sunda di Jawa Barat vs. Dialek Bahasa Jawa di Jawa Tengah |
Aksen dalam Bahasa Inggris
Jika berbicara soal aksen dalam bahasa Inggris, pastinya banyak orang tahu tentang aksen Amerika dan Aksen British. Namun sebenarnya ada 5 aksen bahasa Inggris yang populer di dunia. Apa saja itu?
Aksen Amerika
Aksen Amerika adalah aksen bahasa Inggris paling populer yang banyak digunakan oleh non native. Alasannya adalah, aksen ini memiliki pelafalan yang sederhana. Ciri khas yang bisa kita lihat dari aksen Amerika adalah pelafalan huruf “R” yang jelas. Selain itu ciri dari aksen ini adalah pengucapan huruf yang terdengar seperti huruf “e”.
Aksen British
Aksen ini seringkali dibandingkan dengan aksen Amerika. Aksen British adalah aksen yang digunakan oleh orang-orang UK. Aksen ini sering dinilai lebih formal dari aksen Amerika. Ciri khas dari pengucapannya adalah peniadaan huruf “R” khusunya jika huruf tersebut ada di akhir kata. Film hHarry Potter menggunakan aksen ini dan bisa jadi rekomendasi film belajar bahasa Inggris buat kamu
Aksen Australia
Aksen Astralia ini aksen yang umum yang dipakai di negara Australia. Aksen ini dibagi menjadi tiga macam,yaitu aksen General Australian, Broad Australian, dan Cultivated Australian Aksen Australia merupakan gabungan dari clarity British Accent dan vowel dari American Accent. Ciri khas dari aksen ini adalah pengucapan bahasa Inggris yang sejelas-jelasnya, selain itu aksen Australia juga menggunakan pemendekan kata, misalnya kata “Afternoon” yang bila diucapkan dalam Australian Accent akan menjadi “Arvo”
Canadian Accent
Aksen bahasa Inggris berikutnya adalah Canadian Accent yang sering digunakan oleh orang Kanada. Meskipun sering disamakan dengan American Accent, sebenarnya keduanya memiliki perbedaan tertentu, terutama dalam pengucapan kata-kata. American Accent cenderung menyamarkan kata-kata homofon dari segi suara, sementara dalam Canadian Accent, homofon memiliki bunyi yang benar-benar berbeda.
Irish Accent
Irish Accent, juga biasa dikenal sebagai Hiberno English. Aksen ini merupakan varian umum yang digunakan oleh orang-orang Irlandia. Salah satu ciri khasnya adalah penghilangan huruf “G” di akhir kata. Sebagai contoh, ketika mengucapkan “Walking”, akan terdengar seperti mengatakan “Walkin”. Selain itu, aksen ini juga kaya dengan idiom dan ungkapan sehari-hari. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa dalam percakapan sehari-hari mereka, penutur asli dengan Irish Accent cenderung menggunakan kata-kata dan frasa yang berbeda dari aksen bahasa Inggris lainnya.
Itulah pembahasan mengenai perbedaan aksen dan dialek. Kamu perlu mengetahui perbedaan aksen dan dialek dari daerah tertentu untuk menambah wawasan linguistik atau kebahasaanmu. Jangan lupa untuk terus belajar bahasa Inggris hingga menjadi mahir seperti native speaker.
